Sejarah Berdirinya Liga Italia

Sejarah Berdirinya Liga Italia

Sejarah Berdirinya Liga Italia – Liga Italia atau yang kita kenal Serie A Italia tidak lagi asing di telinga para pencinta bola mania, yang dimana liga italia ini pernah populer di tahun 90 an.

Pada waktu itu banyak fans group – group liga italia dari seluru dunia terutama di negara kita banyak fans yang menyukai group serie A,

karena banyak pemain – pemain yang hebat pada jaman itu yang bermain di serie A.

Seperti Ronaldo si mulut monyong, totti, Maradona, dan banyak pemain bagus yang pernah singgah atau pernah bermain di liga italia,

walaupun serie A sudah tidak se populer di tahun 90 an tetapi pertandingan mereka masih asik untuk di saksikan.

Sejarah Berdirinya Liga Italia

Walaupun Serie A Italia sudah bergulir selama hampir seabad yang lalu, tapi faktanya Serie A Italia bukanlah kompetisi sepakbola pertama di Italia.

Tahukah anda sebelum nama serie A keluar nama yang dulu adalah Federazione Italiana del Football atau di singakat FIF,

namun yang ikut hanya 4 tim saja yaitu, Società Ginnastica, FC Torinese , Internazionale Di Torino dan Genoa.

Meski demikian mereka tetap membentuk sebuah kompetisi regional yang berisikan empat peserta saja.

Genoa berhasil keluar sebagai kompetisi ini usai mengalahka Torino dengan skor akhir 2-1 di babak final.

Uniknya dari kompetisi Regional ini adalah, tim yang berhasil keluar sebagai juara secara otomatis melaju ke babak final pada kompetisi berikutnya.

Sempat Terpisah Menjadi Dua Kompetisi

Karena kehadiran pemain asing atau pemain non – Italia, akhirnya banyak klub peserta kompetisi yang melakukan aksi protes, akhirnya FIGC membentuk dua kompetisi berbeda, antara lain kompetisi Campionato Federale dan Campionato Italiano.

Campionato Federale adalah kompetisi khusus untuk para pemain asing, sedangkan Campionato Italiano khusus untuk pemain-pemain Italia.

Sejak saat itu, Sepakbola Italia memang mulai berkembang, tapi ada banyak konflik yang terjadi ,karena dualisme kompetisi.

Bahkan, konflik yang terjadi tidak hanya antar klub saja, tapi juga pada kubu internal klub itu sendiri.